Saat Disuruh Tunjukkan TKP, Dua Curanmor di Dor Polisi

16 views

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Polres Bulukumba berhasil menangkap dua orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang  (DPO) curanmor di dua tempat berbeda yakni di Kabupaten Sinjai dan Bantaeng.

Dua DPO tersebut adalah Armansyah dan Adi Patasabbu. Armansyah ditangkap di Kabupaten Sinjai, Senin (11/6/2018) siang. Sedangkan Adi Patasabbu ditangkap di Bantaeng, Selasa (12/6/2018) dini hari.

Keduanya terpaksa dihadiahi timah panas oleh aparat lantaran berusaha melarikan diri saat pengembangan kasus.

Kapolres Bulukumba, AKBP Anggi N. Siregar, SIK,M.Si dalam rilisnya, Kamis (14/6/2018) menjelaskan Armansyah merupakan pelaku lama yang selama ini beraksi di KKa upaten Bulukumba berdasarkan 4 laporan polisi pada tahun 2017.

Penangkapan diawali informasi dari masyarakat bahwa Armansyah (19) yang telah ditetapkan sebagai DPO sebagai diduga pelaku curanmor telah berada di Sinjai.

Atas info tersebut satuan gabungan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Deki Merizaldi bergerak ke  Sinjai dan berhasil menangkap  terduga Armansyah di Mangngarabombang Sinjai Timur. Ia selanjutnya dibawa ke Polres Bulukumba untuk dimintai keterangan.

“Dari hasil interogasi Armansyah mengaku dirinya melakukan aksi di beberapa tempat di akhir tahun 2017 di Bulukumba,” kata kapolres.

Kapolres mengungkapkan, saat dalam perjalanan untuk menunjukkan TKP,  tersangka berusaha melarikan diri dan melawan petugas. Saat diberi tembakan peringatan, tersangka tak hiraukan. Ia akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Beberapa saat kemudian Polres Bulukumba kembali mendapat informasi jika Adi Patasabbu yang juga menjadi DPO berada di Bantaeng.

Polisi yang dipimpin AKP Deki langsung meluncur ke Bantaeng. Polisi akhirnya berhasil menangkap Adi. Namun, dalam perjalanan untuk dibawa ke Polres Bulukumba, Adi melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Polisipun terpaksa melumpuhkan Adi setelah sebelumnya diberi peringatan.

“Hingga Rabu tanggal 13 Juni 2018, para tersangka untuk sementara diamankan di Polres Bulukumba untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar kapolres. (rls)