Safe Travel, Aplikasi Kemenlu untuk Keamanan WNI di Luar Negeri

13 views
Safe Travel, Aplikasi Kemenlu untuk Keamanan WNI di Luar Negeri

Safe Travel, Aplikasi Kemenlu untuk Keamanan WNI di Luar Negeri

Beritacyber.com – Kementerian Luar Negeri resmi meluncurkan aplikasi Safe Travel. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan bahwa tujuan pemerintah membikin aplikasi ini ialah untuk melindungi Warga Negara Indonesia di luar negeri.

 

“Perlindungan WNI di luar negeri, itu ialah kata kuncinya,” kata wanita yang akrab dengan panggilan Retno itu di hadapan wartawan di Central Park, Sabtu (14/04/2018).

 

“Problem perlindungan WNI di luar negeri ialah salah satu prioritas politik luar negeri kita.”

Retno menerangkan, memang, Safe Travel telah ada meski hadir dalam wujud peta. Sekarang, Safe Travel bisa diakses via berbagai platform, seperti ANdroid, iOS dan juga Situs.

 

Salah satu fitur yang ada dalam aplikasi ini ialah tombol darurat. Retno menceritakan, tombol darurat yang ada di bagian tengah bawah aplikasi berfungsi untuk melaporkan kejadian yang ada dikala nyawa pengguna berada dalam bahaya.

 

 

 

Selain itu, aplikasi Safe Travel juga memiliki fitur yang disebut Informasi Negara. Seperti namanya, di sini, Anda akan menemukan informasi berkaitan negara yang menjadi tujuan dari perjalanan Anda. Menariknya, dalam daftar, terdapat lingkaran berwarna pada sebelah kanan nama negara.

 

Warna merah melambangkan rekomendasi untuk tak berpergian ke negara hal yang demikian, kuning sebagai pertanda tingkat kewaspadaan tinggi, oranye tingkat kewaspadaan sangat tinggi dan hijau tingkat kewaspadaan wajar. Model negara yang dianjurkan untuk tak dikunjungi ialah Afganistan dan Irak.

 

Dalam informasi negara, Anda juga akan menemukan informasi seperti kemigrasian, keamanan, regulasi dan tradisi, mata uang, hingga daerah ibadah. Tentu saja, via aplikasi Safe Travel, Anda juga bisa menemukan daftar perwakilan Indonesia di negara tujuan.

 

“Ada sebagian hal yang kita lakukan dengan aplikasi ini, ialah prevensi, early detection juga untuk immediate response,” kata Retno.

Author: 
    author
    No related post!