Sandi Tinggalkan Wagub, OK OTrip Diganti Jak Lingko, Karena Gagal?

1 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penggagas program OK OTrip mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, telah meninggalkan jabatannya sejak Agustus yang lalu. Secara bertahap, program perekonomian yang digagas Sandi mulai redup dan hilang.

Salah satunya OK Otrip, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi mengganti nama tersebut dengan Jak Lingko pada 8 Oktober yang lalu. Pengamat Transportasi, Deddy Herlambang melihat hal ini wajar karena OK Otrip dinilai telah gagal berkembang.

“Itu kan hanya perubahan nama saja mungkin kalau masalah OK Otrip itu sudah dianggap gagal lalu berganti nama jadi Jak Lingko,” jelas Deddy kepada JawaPos.com, Sabtu (13/10).

Deddy memiliki alasan ketidakberhasilan OK Otrip. Dia melihat sedikit warga yang menggunakan fasilitas ini. Belum lagi, ketidakseriusan Pemerintah dalam mempromosikan dan memperhatikan sistem yang dibangun.

“Mungkin hanya 0,01 persen warga Jakarta yang menggunakan. Tapi itu oke nggak apa-apa yang penting harus serius, jadi jangan hanya menggeber kampanye tapi harus serius soalnya banyak yang belum selesai,” terangnya.

Menurutnya, kegagalan OK Otrip sekaligus menghapus jejak Sandi dari program-program yang digagasnya. Walaupun skema penerapan tidak ada yang diubah, Deddy melihat Anies tidak ingin lagi menyisakan kenangan program tanggung dari Sandi.

“Ya mungkin menghilangkan jejak makanya ganti Jak Lingko karena penggagasnya sudah mengundurkan diri dari Wagub. Walaupun next kalah tidak bisa lagi masuk jadi wakil, makanya harus tetap diganti supaya tidak ada OK Otrip lagi walaupun dalam skema sama,” jelasnya.

Walau mendukung, Deddy ingin Anies dapat lebih serius menata integrasi antarmoda agar ke depannya masyarakat tidak hanya dijanji-janjikan namun diberikan bukti nyata. Deddy pun mendorong adanya payung hukum dalam penataan moda transportasi satu dengan yang lain.

Untuk diketahui, atas program OK OTrip selama 1 Januari – 5 Oktober 2018 didapati hasil tergabungnya 484 Armada Bus Kecil, terjualnya 94.622 kartu OK-OTrip terintegrasi dengan TransJakarta, terlayaninya lebih dari 5 juta pelanggan, dengan capaian pelanggan tertinggi 68.404 per hari dan bergabungnya 11 Operator Bus Kecil. (rgm/JPC)