Sangking Horornya, Peserta UNBK Sampai Masuk Rumah Sakit

3 views

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Mendekati jam ujian dimulai, satu siswa tak kunjung nongol. Kepala SMAN 4 Banjarmasin, Tumiran yang khawatir langsung mengirim wakil kepala sekolahnya ke rumah siswa itu. Yang dicari rupanya jatuh sakit.

“Kata orang tuanya mau diantar ke Rumah Sakit Ansyari Saleh. Saya kurang tahu persis penyakitnya apa,” ujarnya.

Kemarin (9/4) merupakan hari perdana pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) untuk SMA dan MA. Peserta ujian dari sekolah yang beralamat di Jalan Teluk Tiram Laut ini berjumlah 220 siswa. Rinciannya, 103 dari jurusan IPS dan 117 orang jurusan IPA.

“Mungkin karena terlalu tegang menghadapi ujian sampai jatuh sakit. Tak masalah. Anak ini tetap bisa ikut ujian susulan pada 18 April nanti,” imbuhnya.

Secara teknis, pelaksanaan ujian cukup lancar. Tak ada kendala berarti. Seperti listrik padam mendadak atau jaringan internet yang lelet. Ini merupakan pertama kalinya SMAN 4 menggelar UNBK mandiri. “Tahun-tahun sebelumnya kami menumpang ujian di SMK 2 Muhammadiyah,” jelas Tumiran.

Sekolah di Kelurahan Telawang ini dulu hanya memiliki 30 unit komputer. Tak mencapai syarat sepertiga dari jumlah siswa untuk melaksanakan ujian online. Sekarang, jumlah komputernya sudah memadai, total berjumlah 75 unit.

Sekolah menempuh banyak cara untuk menambah jumlah komputer. Seperti menyisihkan sebagian dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari APBN dan BOSDa dari APBD. Termasuk juga bantuan komputer dari gubernur. “Ditambah lagi, barusan kami menerima bantuan 20 unit komputer dari alumni yang peduli,” tukasnya.

SMA 4 adalah salah satu sekolah inklusi di Banjarmasin. Artinya, memberikan kesempatan anak berkebutuhan khusus untuk membaur dalam kelas reguler. Kebetulan, tahun ini tidak yang tercatat sebagai peserta UN. “Tahun lalu ada dua anak berkebutuhan khusus yang ikut UN,” pungkas Tumiran.

Pantauan lain, dari Kompleks Pelajar Mulawarman, MAN 3 Banjarmasin juga pertama kali melaksanakan UNBK mandiri. Tahun-tahun sebelumnya, karena kekurangan komputer, sekolah ini hanya melaksanakan UNKP (Ujian Nasional Kertas dan Pensil).

Ketua Panitia UNBK MAN 3 Banjarmasin, Rakhmat Noor menyebutkan, kini mereka memiliki 80 unit komputer. Yang disebar pada empat kelas untuk tiga sesi ujian.

Peserta ujian akhir di sekolah ini berjumlah 223 siswa. Rinciannya, 115 jurusan IPA, 70 dari IPS dan 38 siswa dari jurusan Keagamaan.

“Untuk sesi pertama sih lancar-lancar saja. Sebagai antisipasi, kami sudah menyiapkan genset. Berjaga-jaga untuk listrik padam atau tegangan mendadak turun,” jelas Rakhmat.

Salah seorang siswi yang sedang menunggu ujian sesi kedua, Yulian Oktaviani mengaku sudah dua kali mengikuti simulasi ujian online. “Kemarin internetnya agak lambat. Lumayan mengganggu. Mudah-mudahan kali ini tidak ada gangguan,” ujar siswi kelas XII IPA itu.

Soal persiapan menghadapi ujian, Oktaviani coba mencukupkan waktu istirahat. “Tidak harus sampai begadang untuk belajar. Kesehatan kan juga penting. Agar pas hari ujian tiba tubuh dalam kondisi fit,” imbuhnya. (fud/ema)