Satu Lagi Tersangka Sabu yang di Bui Seumur Hidup

15 views

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Jika lima terdakwa kasus sabu-sabu seberat 11,4 kilogram sebelumnya dituntut hukuman mati dan seumur hidup, giliran tiga terdakwa kasus sabu 5 kg, Hendra Delpian, Muhammad Andi Aryan dan Sainal yang mendegarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tarakan, Senin (26/3) kemarin.

JPU Dannie Chaeruddin dalam tuntutannya untuk perkara Hendra, yang merupakan Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, meyimpulkan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sesuai dalam dakwaan primair Pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 2 Undang Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Terdakwa terbuti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pemufakatan tindak pidana tanpa hak memiliki, menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram,” kata Dannie Chaerudin.

Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam mengajukan tuntutan pidana, disampaikan Dannie lagi, hal yang memberatkan selain terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, terdakwa juga merupakan Petugas Lapas Tarakan yang seharusnya mencegah terjadinya peredaran narkotika. “Terdakwa juga tidak berterus terang atas perbuatannya dan tidak ada hal yang meringankan,” katanya.

JPU pun meminta Majelis Hakim yang diketuai Mahyuddin Igo untuk memutus terdakwa Hendra terbukti melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan presekutor narkotika.

“Supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa HD dengan pidana penjara seumur hidup dan dengan perintah tetap ditahan,” tegas Dannie.

Sama halnya dengan kedua terdakwa lainnya, juga dituntut JPU hukuman penjara seumur hidup. Selain karena tidak ditemukan hal-hal yang meringankan, terdakwa juga berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan tidak mengakui perbuatannya. “Semua barang bukti yang ada, speedboat mesin 40 PK, HP, motor dirampas,” imbuhnya.

Sementara itu, Mahyudin Igo menuturkan, waktu penahanan ketiga terdakwa ini hampir habis dan hanya memberikan kesempatan kepada Penasehat Hukum terdakwa untuk membuat pembelaan 5 April mendatang. “Kami kasih kesempatan Kamis pekan depan untuk pembelaan, replik dibacakan hari Jumat dan di minggu yang sama, 12 April kita agendakan putusan,” tegasna.

Untuk diketahui, Henrda, sipir Lapas Tarakan ini duduk di kursi pesakitan setelah Petugas Pangkalan Utama Angkatan Laut XIII Tarakan berhasil mengamankan sebuah speedboat yang dimotorisi Sainal bersama satu penumpang yaitu IS, 12 Juni 2017 lalu. Saat dihentikan dan dilakukan pemeriksaan, ditemukan satu bungkus plastik berwarna hijau yang disimpan di bawah kemudi motoris yang berisi 5 kg sabu.

Dari pengungkapan ini, ternyata sabu merupakan titipan Muhammad Andi Aryan yang juga bekerja sebagai penjaga tambak. Akhirnya MA dipancing untuk mengambil sabu tersebut. Setelah terpancing, MA akhirnya berhasil diamankan saat berada di salah satu SPBU yang ada di Jalan P Aji Iskandar, Juata Laut sekira pukul 15.00 Wita di hari yang sama, 12 Juni 2017.

Pengembangan dilanjutkan ke pemesan di dalam Lapas yang ternyata diterima Hendra. Saat sabu diantarkan Andi Aryan dengan pengawasan BNN Tarakan ke Lapas, sekira pukul 20.00 Wita, terdakwa Hendra keluar menjemput sabu untuk dibawa masuk ke dalam Lapas tanpa memeriksa isi barang tersebut, hingga akhirnya Ia dibekuk personel BNN Tarakan.(*/osa)