SBY Minta Rakyat Bersabar Menanti Keputusan Demokrat

18 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sering ditanya masyarakat maupun wartawan terkait dukungan di Pemilihan Presiden 2019. Pertanyaan seperti, apakah Demokrat akan mendukung Joko Widodo (Jokowi) atau Prabowo Subianto?

Dia menjelaskan, Partai Demokrat tentu punya rencana maupun timeline kapan waktu paling tepat mengumumkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung.

“Sebenarnya ini kan masih lama ya, Pilpres April 2019, masih setahun lebih. Kalau lihat jadwal KPU, kapan harus didafarkan ke KPU untuk pasangan masih Agustus (2018), masih lima bulanlah,” ungkap SBY dalam sebuah video wawancara yang diunggah di laman Facebook-nya, @SBYudhoyono, Jumat (30/3).

Presiden RI Keenam ini mengingat saat 2004 dan 2009 mendeklarasikan diri sebagai capres sekaligus bersama cawapresnya, waktu itu hanya tinggal satu sampai satu setengah bulan sebelum pemungutan suara dilakukan.

Jadi, kata dia, sebenarnya waktu pengumumannya kala itu untuk Pilpres 2004 maupun 2009 mepet dengan maka kampanye serta pemilihan suara.

“Kalau diingat juga Pak Jokowi kemarin pada 2014 sebelum mendeklarasikan pasangan Jokowi-JK itu juga tinggal beberapa saat sebelum pendaftaran, sebelum kampanye pemungutan suara,” katanya.

Karena itu, SBY menegaskan masih cukup waktu bagi Partai Demokrat untuk mempertimbangkan dengan seksama sebelum mengumumkan secara resmi siapa yang akan diusung sebagai capres maupun cawapres.

“Saudara saya rakyat Indonesia sabar dulu lah. Kami punya rencana, punya konsep, punya timeline kapan waktu paling tepat mengumumkan itu,” ungkap SBY.

Dalam video itu, SBY juga menjawab soal pernyataan di Rakernas bahwa kemungkinan Partai Demokrat akan bersama Jokowi, sehingga menimbulkan ketidaksukaan pihak-pihak tertentu.

Menurut SBY, pastilah apa pun posisi dan pilihan Partai Demokrat nanti ada yang suka dan tidak. Dia mencontohkan, kalau misalnya resmi Partai Demokrat mengusung Jokowi menjadi capres 2019, yang anti-Jokowi pasti tidak suka.

“Diserang Demokrat, digempur di media sosial maupun tradisional. Sebaliknya jika kami memutuskan mendukung Prabowo atau tokoh siapa pun bukan Pak Jokowi, pasti juga pendukung Pak Jokowi tidak happy. Mungkin juga menyerang Demokrat juga,” katanya.

“Saya sadar tentang semuanya itu, yang penting Demokrat punya kepentingan punya tujuan. Kepentingan kami, insyaallah Pemilu 2019 berhasil. Insyaallah 2024 kami bisa mengusung capres kami sesuai dengan undang-undang” pungkas SBY. (Fajar/jpnn)