Sebelum Serang Mapolsek Penjaringan, Rohandi Tinggalkan Secarik Kertas, Begini Isinya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebelum melakukan aksi nekatnya dalam penyerangan terhadap Polsek Penjaringan, Rohandi, 31, sempat meninggalkan pesan melalui secarik kertas dengan tulisan tangannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rohman yang merupakan kakak pelaku, sekaligus ketua RT 5, RW 9, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

“Iya di rumah, dia ninggalin itu (pesan yang ditinggalkan pelaku). Dia minta maaf sama seluruh keluarga yang ada disini, ini adalah pesan terakhir. ‘Takut nanti saya enggak ada umur, saya minta maaf’ gitu katanya,” ungkap Rohman kepada JawaPos.com (Grup Fajar), Jumat (9/11).

Kendati demikian, Rohman mengatakan, adiknya itu tidak pernah mengatakan jika dia ingin mengakhiri hidupnya. “Enggak pernah (mengatakan ingin mengakhiri hidupnya), hanya malam itu saja meninggalkan tulisan. Enggak diungkapi ngomong begitu,” jelas Rohman.

Sementara secarik kertas yang ditulis oleh pelaku, juga ikut dibawa sebagai barang bukti oleh pihak kepolisian saat menggeledah rumahnya. Dalam isi surat untuk keluarganya itu dituliskan permohonan maaf pelaku.

“Enggak ada (surat dari pelaku), dia bilang ‘kata-kata terakhir minta maaf, takut saya nyusahin’ gitu. Dia mungkin merasa karena nganggur sudah lama, dan jadi beban begitu,” imbuhnya

Dalam hal ini, Rohman mengaku tidak merasa dibebani oleh sang adik tercintanya. Ketua RT itu juga menjelaskan jika adik bungsunya itu biasa mendapatkan perhatian lebih dari kedua orang tuanya yang sudah kembali pada sang khalik.

“Dia mungkin karena sudah nganggur lama jadi beban begitu, padahal biasa saja kita hidup. Siapa yang merasa terbebani, dan mungkin juga karena dia anak bungsu. Biasa dialem sama orang tua,” kata Rohman. (dik/JPC)