Sebenarnya Ini Maksud Arteria Dahlan Sebut Kemenag Bangsat

18 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pernyataan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan, yang mengucapkan kata ‘bangsat’ saat rapat kerja bersama Jaksa Agung Prasetyo pada Rabu (29/3), menjadi perhatian luas. Penyataan itu dia sampaikan saat membahas kasus First Travel.

Lantas apa maksud dia mengucapkan kalimat tidak etis tersebut, dan ditujukan ke Kementerian Agama (Kemenag)?

Menurut Arteria, ucapan itu dimaksudkan untuk mendorong kejaksaan tidak hanya menginventarisasi aset First Travel, tapi juga melacaknya. Menurut Arteria, ribuan orang menjadi korban First Travel dan itu membuatnya geram.

Arteria menyampaikan hal itu karena pernah duduk sebagai anggota Komisi VIII DPR. Menurut dia, kekacauan yang ditimbulkan First Travel disebabkan kelalaian Kemenag.

“Korban First Travel datang ke saya, mereka mengadu ke Kemenag, ke penegak hukum, namun berakhir dengan jawaban ‘Itulah akibatnya kalau pakai jasa travel harga murah’. Saya tidak terima jawaban seperti ini,” Arteria dalam keterangan ‎tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (30/3).

Berdasarkan fakta persidangan, ada 63.310 calon jemaah umrah jadi korban First Travel. Mereka sudah melunasi pembayaran tapi tidak diberangkatkan umrah. Total kerugiannya ditaksir mencapai Rp 905,3 miliar, dari pembayaran sepanjang 2015-2017.

“Saya geram dengan aksi penipuan ini. Saya kasihan lihat umat yang terlantar. Bisa kalian bayangkan berapa banyak dari mereka yang bertahun-tahun mengumpulkan uang karena rindu menginjakkan kaki di rumah Allah, melihat Ka’bah? Itu yang saya bela. Substansi kegeraman saya di sana,” katanya.

Dalam surat dakwaan, bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, kerap menggunakan uang calon jemaah umrah untuk keperluan pribadinya, bisnis dan melancong ke luar negeri.

“Dalam iman saya dikenal ‘watawa saubil haq, watawa saubil sabr’, saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mengingatkan dalam kesabaran, agar kita semua lebih baik lagi ke depan, bukan untuk permusuhan,” katanya.

“Saya selalu berusaha untuk bersikap bijak dan santun, tapi mohon juga dipahami hal tersebut akan sulit dilakukan apabila jerit tangis rakyat masih tidak terselesaikan,” imbuh Arteria.

Penipuan yang dilakukan jasa umroh First Travel lebih dari Rp 900 miliar, Abu Tours senilai Rp 1,8 triliun dan menelantarkan lebih dari 100.000 umat yang hendak menjadi tamu Allah.

Niat mulia calon jemaah melihat Ka’bah, kemungkinan besar tinggal impian jika penegak hukum hanya sekadar menjual aset kedua penyelenggara. Sebab aset yang dimiliki kedua penyelenggara tak sepadan dengan uang yang telah raib. (Fajar/JPC)