Sejumlah Rumah dan Masjid Rusak Akibat Gempa di Timur Laut Situbondo

9 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Dampak gempa di Timur Laut Situbondo, Jawa Timur menyebabkan sejumlah rumah warga rusak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan kerusakan rumah terjadi di beberapa titik antara lain di Desa Jambuir, Kecamatan Gayam Kepulauan Sapudi, Sumenep.

Kemudian di wilayah Kopedi Keecamatan Bluto, Sumenep. Kertasada Kecamatan Kalianget Sumenep. Nyabakan timur Kecamatan Batang Batang, Sumenep dan sebuah masjid di Desa Gendang Timur Kecamatan Sepudi Sumenep.

Sutopo menambahkan saat ini pihaknya melalui BPBD Jatim melakukan pendataan kerusakan bangunan dari gempa dengan Magnitudo 6.4 Skala Richter terjadi di Timur Laut Situbondo, Jawa Timur pada pukul 01.57 WIB Kamis dini hari.

“BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sumenep masih melakukan pendataan,” ungkap Sutopo melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (11/10).

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan data kekuatan gempa dari 6.4 SR menjadi 6,3 SR.

Gempa terasa di seluruh wilayah Jawa Timur meliputi Kabupaten atau Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan.

Kemudian di Kabupaten Pasuruan  Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang,  Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Sutopo mengatakan guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik.

“Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa dirasakan sedang selama 2-5 detik,” imbuhnya.

Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, yaitu III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan.

“Artinya gempa dirasakan ringan hingga sedang. Secara umum tidak banyak dampak kerusakan akibat gempa,” ujar Sutopo.

Posko BNPB hingga kini terus memantau perkembangan dampak dan penanganannya terkait bencana gempa. [nes/rmol]