Selain Bakar Rumah Orang Tua, Putu Didik Juga Pukul Ibu Kandung

3 views

FAJAR.CO.ID, BALI – Putu Didik Setiawan (25) akhirnya berurusan dengan polisi setelah membakar rumah orang tuanya di Jalan Pulau Batanta, Denpasar, Bali, Sabtu (24/03) sekitar pukul 22.00.

Ia ditangkap di rumah orang tua istrinya di Banjar Jumpayah, Desa Mengwitani, Badung, Minggu (25/3) dinihari. Putu Didik Setiawan diciduk usai melakukan hubungan badan dengan istrinya setelah 3 bulan pisah ranjang.

Selama ini Putu Didik dikenal sering berulah. Pelaku kerap pesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya. Ia juga kerap mengamuk dan menyerang tetangga.

Bahkan pelaku tak segan menganiaya ibu kandungnya sendiri jika keinginannya tak dipenuhi. Beberapa kali ibu kandungnya dipukuli lantaran tidak diberi uang.

Selain itu, pelaku juga pernah menganiaya ayahnya menggunakan besi sampai terluka di bagian hidung dan wajah. Akibatnya, sang ayah harus dilarikan ke rumah sakit.

Aksi brutal pelaku disayangkan para tetangga. Terlebih, pelaku sudah berkeluarga. Tapi, dia dia masih selalu minta uang kepada orang tuanya. Padahal, pendapatan orang tuanya pas-pasan.

“Ayahnya hanyalah seorang sopir freelance, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga. Terkadang sudah dikasi Rp 300.000, terus dua hari kemudian kembali minta uang Rp 500.000. Begitu seterusnya. Nah, puncaknya itu Sabtu malam, dia minta uang Rp 5 juta ke orangtuanya. Karena tidak dikasih, eh rumah malah dibakar,” ujar kerabat pelaku di TKP, Senin (25/3/2018).

Karena ulah pelaku, ketiga adik kandungnya, Ni Kadek Gita Apriliani, (19) Komang Putra (17) dan Ketut Ayu Nila Candra Dewi (13) memilih minggat dari rumah.

Istri pelaku, Luh Susan (26) juga memilih pisah ranjang dan tinggal bersama orangtuanya di Banjar Jumpayah, Desa Mengwitani, Badung.

“Kalau tiga adiknya itu tinggal di tempat berbeda sama kerabat-kerabatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Aan Saputra RA, mengatakan penyidik kepolisian masih mendalami keterangan pelaku Putu Didik terkait motif pembakaran rumah orang tuanya di Jalan Pulau Batanta, Denpasar.

Kepada petugas, pelaku mengakui aksi nekatnya membakar rumah lantaran kesal karena keinginannya minta uang Rp 5 juta tidak dipenuhi orangtua.

“Pelaku sudah kita tahan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Iptu Aan Saputra saat dikonfirmasi. (Fajar/pojoksatu)