Sepasang Beruang Madu Masuk Pemukiman Warga, Begini Penampakannya

2 views

FAJAR.CO.ID, INHU – Sepasang beruang madu masuk ke pemukiman warga di Desa Pulau Gelang, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau dan berhasil dievakuasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Beruang yang diberinama Kana (betina) dan Pulaga (jantan) ini, dievakuasi setelah sempat membuat resah warga. Sebelum terjadi pembantaian satwa, BBKSDA Riau pun bergerak cepat untuk melakukan proses evakuasi.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan, ini berawal saat tim Rescue Konflik Satwa Liar Wilayah I, mendapatkan laporan dari Kepala Desa setempat pada Jumat (27/7) lalu.

“Kita diberitahu adanya gangguan dari sepasang beruang madu di kebun warga. Kemudian saya instruksikan kepada tim wilayah I untuk segera ke lokasi menangani konflik itu secara prosedural,” kata Suharyono, pada Minggu (12/8).

Guna menjamin ketenangan warga dan menyelamatkan satwa, pada Sabtu (28/7), tim langsung meluncur ke lokasi. Mereka melakukan observasi awal, mengumpulkan keterangan dan informasi lapangan.

“Observasi dilakukan hingga dua hari mendatang. Tim melihat bahwa, pasangan beruang madu ini terus menyambangi pondok warga. Akhirnya diputuskan untuk memasang perangkap,” jelasnya.

Perangkap pun selesai dipasang pada Selasa (31/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Pada hari pertama perangkap dipasang, belum ada tanda-tanda beruang terperangkap. Tapi saat tim melakukan pengecekan di hari selanjutnya, pada Kamis (2/8) malam, terdengar dari jauh suara seekor binatang yang marah dan guncangan kandang yang terbuat dari besi itu.

Dengan hati-hati tim berjalan mendekat. Dari jarak beberapa meter, petugas mengarahkan senter ke perangkap itu. Setelah yakin target masuk perangkap, tim pemantau akhirnya kembali ke kantor dan merencanakan evakuasi keesokannya, Jumat (3/8).

“Evakuasi dilakukan selepas Salat Jumat. Sebelum mengambil perangkap, tim melihat ada seekor beruang madu betina di dalamnya. Tapi ada seekor lainnya berjenis kelamin jantan yang setia menunggu si betina di luar kandang,” tutur Haryono.

Agar evakuasi berjalan lancar, tim meletuskan tembakan ke udara beberapa kali. Tujuannya untuk mengusir beruang jantan yang beratnya hampir 50 kilogram itu. Merasa terusik, akhirnya beruang jantan pergi menjauh.

Setelah jantan pergi, tim memindahkan kandang ke mobil. Setelah dua jam perjalanan, akhirnya beruang madu sampai di lokasi untuk dilepasliarkan di habitatnya aslinya. Salah satu hutan konservasi yang berada di sekitar Kabupaten Indragiri Hulu.

“Beruang betinanya kami beri nama Kana. Singkatan dari Kuala Cenaku. Begitu kandang dibuka, Kana langsung berlari ke dalam hutan yang lokasinya kami rahasiakan,” jelasnya.

Kemudian tim kembali ke desa untuk menangkap beruang jantan yang masih berkeliaran disekitar pemukiman warga. Karena mereka tak mungkin dipisahkan. Akhirnya tim kembali memasang perangkap dengan harapan Pulaga segera terperangkap.

“Tujuh hari setelah dipasang, Pulaga akhirnya masuk perangkap. Dengan girang tim menuju ke lokasi. Ini merupakan kado manis bagi tim. Karena tepat pada hari konservasi alam nasional 2018, bisa menyatukan kembali pasangan beruang,” sebutnya.

Pulaga baru dievakuasi pada Sabtu (11/8). Beruang jantan ini dievakuasi dari kebun warga ke tempat pasangannya. Dengan proses evakuasi yang sama, Pulaga yang asik bermain ranting di dalam kandang, begitu melihat pintunya terbuka langsung berlari ke hutan.

“Kita apresiasi yang tinggi kepada warga sekitar juga kepada tim. Atas kerjasama yang efektif akhirnya satwa langka itu bisa dipindahkan ke habitatnya,” pungkasnya. (ica/JPC)