Setiap Hari Warga Cium Bau Busuk dari Sungai

4 views

FAJAR.CO.ID, BONTANG–Air sungai di Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, kembali berwarna hitam. Jumat (14/9), warna hitam air sungai sangat pekat dibanding pada Kamis dan Selasa (11/9). Warga sekitar bantaran sungai mengaku merasa sangat terganggu dengan bau menyengat yang berasal dari air sungai hitam tersebut.

Seorang warga RT 27, Kelurahan Api-Api, H Abdul Azis (67), mengatakan air sungai menghitam sejak kemarau panjang melanda. Dia merasa terganggu dengan bau menyengat yang ditimbulkan. Meskipun air sungai itu tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Saya tidak memakai air sungai itu untuk keperluan sehari-hari. Tetapi baunya sangat mengganggu, apalagi kalau pagi-pagi sangat menyengat,” ujar kakek yang sudah 30 tahun tinggal di bantaran sungai itu, Jumat (14/9).

Bau yang tercium sangat menyengat bukan hanya muncul pagi, tapi juga pada malam hari. Yakni, ketika dirinya terbangun untuk pergi ke toilet, bau air sungai akan tercium. “Biasa kalau kemarau memang air sungai menjadi hitam, tapi kali ini warnanya hitam sekali. Kemungkinan karena kemarau panjang,” terang Azis.

Rumahnya yang hanya berjarak 6 meter dari sungai tentu sangatlah dekat. Bahkan, jika air sungai sedang pasang tinggi, hanya tersisa satu jengkal untuk bisa masuk ke rumahnya. “Saya minta pemerintah membangunkan turap sungai, karena khawatir longsor atau banjir jika, air sungai meluap,” harapnya.

Hal senada juga diakui oleh Nuri, warga RT 27, Kelurahan Api-Api. Kata dia, air sungai di samping rumahnya sudah lama hitam seperti hitam tinta, bahkan baunya sangat menyengat pada pagi hari. Perubahan warna air sungai yang terjadi kali ini, diprediksi Nuri karena pengaruh kemarau panjang.

“Biasanya kalau air laut pasang, pengaruh ke air sungai jadi warna hitam. Tetapi saya tidak tahu apa penyebabnya. Kadang kalau malam bau juga,” ucapnya.

Hal tersebut tentu sangat menganggu dia dan keluarganya. Sehingga, Nuri sangat mengharapkan ada solusi dari pemerintah agar airnya tidak lagi berwarna hitam dan menimbulkan bau menyengat.

“Kadang kalau malam juga bau, dan baunya itu jelas mengganggu,” imbuhnya.

Nuri menyatakan, perubahan air sungai baru terjadi kali ini. Dan kemarau tahun ini cukup panjang sehingga menyebabkan air sungai menghitam.

Sebagai informasi, air sungai di Kelurahan Api-Api menghitam sejak Selasa. Pada waktu itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang sudah mengambil sampel air sungai di empat titik untuk kemudian dilakukan uji laboratorium. Tetapi hasilnya baru akan keluar, Senin (17/9) mendatang.

Sementara itu, perubahan warna air sungai terjadi lagi pada Rabu, Kamis, hingga Jumat. Pihak DLH Bontang belum dapat dikonfirmasi kembali. (mga/san/k8)