Setnov ‘Berdendang’, Pengamat: Korupsi itu Rasiologisnya adalah Politik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat Politik, Prof Rocky Gerung memberikan komentarnya terkait nyanyian Novanto pada kasus KTP Elektronik. Komentar tersebut disampaikan dalam Closing statement diskusi Indonesia Lawyer Club (ILC) yang ditayangkan dalam salah satu televisi swasta 27/3/2018.

Rocky Gerung menilai polemik kasus e-KTP bukan sekedar fisik atau warna dalam produksi KTP. Tapi sudah merambah menjadi sebuah tunggangan politik menuju 2019.

Persoalan tersebut terkait Pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang menyebut partainya bukan penguasa saat pembahasan proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik, menuai reaksi keras dari Partai Demokrat.

Pernyataan Hasto dinilai seolah menuduh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono bersalah.

“Korupsi itu rasiologisnya adalah politik. Karena itu, panggung ini harus dibuka terus. Karenanya Orang bertaruh sejauh mana panggung ini akan ditonton dan akan berakhir. Korupsi sekarang sudah dalam format ‘Bhineka Tunggal Ika’, ada di sini semua,” ungkap Rocky.

Rocky juga menambahkan, cara Novanto yang hanya tunjuk-tunjuk berarti dia mister blower, bukan justice collaborator. Sehingga orang justru terangsang untuk menunggu apa dari akhir dari sinetron E-KTP. Rangsangan tersebut yang akan menimbulkan berbagai macam spekulasi.

Selain itu, Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia membenarkan ungkapan Ketua umum Gerindra Prabowo Subianto mengenai ghost fleet (penunggang gaib).

“Benar kata Pak Prabowo, ini bisa jadi ghost fleet (penunggang gaib). “Ghost Fleet itu lagi jalan, dan kita tidak tahu siapa yang memimpin,”tuturnya.

Yang terpenting Bagaimana bisa supaya jalan hukum E-KTP diselesaikan, namun juga hubungan antara demokrat dan PDIP tidak terlalu merekah.

“Maka seharusnya armada itu harus dipimpin oleh kepala negara. Mungkin kepala negara lagi kecapekan, makanya Setya Novanto ambil alih sementara itu.
Mengenai siapa pelaku utamanya, jelas bukan saya, Namun mungkin ada cara-cara non legal bahkan mungkin non rasional untuk mengungkap itu,” tutupnya. (Zen/fajar)