Siap Dialog Soal ‘Tampang Boyolali’, Prabowo Akhirnya Minta Maaf

3 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Usai candaanya soal ‘Tampang Boyolali’ yang kemudian berujung polemik, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya secara tulus meminta permohonan maaf secara terbuka. Ucapan tersebut dilontarkan melalui unggahan akun sosial media Dahnil Anzar Simanjuntak pada Selasa (6/11) malam.

Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut, Prabowo mengakui tidak maksud candaanya itu mengarah negatif. Ia juga tak sungkan meminta maaf bila selorohnya tersebut membuat tersinggung pihak lain.

“Maksud saya tidak negatif. Tapi kalau ada yang merasa tersinggung, ya saya minta maaf, karena maksud saya tidak seperti itu,” kata Prabowo yang tampak mengenakan Safari Coklat tersebut.

Jenderal berjuluk 08 itu menampik bahwa candaannya itu untuk menghina masyarakat Boyolali Jawa Tengah. Karena bagi Prabowo, ‘Tampang Boyolali’ memiliki arti bahwa ia empati dengan nasib masyarakat setempat.

“Itu (tampang Boyolali) kan selorohnya dalam arti empati saya, solidaritas saya dengan warga di sana, saya tahu kondisi kalian. Saya justru permasalahkan ketidakadilan, kesenjangan, dan ketimpangan di daerah itu. Semua orang tahu, di Indonesia ini makin lebar, makin tidak adil, yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang. Jadi maksud saya itu,” ungkapnya.

Prabowo juga menyebutkan selorohnya merupakan bahasa-bahasa interaktif alias bahasa teman. Lagipula, kata dia, acara tersebut dihadiri oleh penonton yang tidak terlalu besar yakni 500 penonton. Seluruhnya kader dari partai koalisi Prabowo-Sandi.

“Sambutan saya kan satu jam, mungkin 40 menit lebih, itu (ucapan ‘tampang Boyolali’) mungkin hanya 2 menit itu,” tuturnya.

Kendati begitu, mantan suami Titi Soeharto itu mengaku siap bila sejumlah pihak ingin dialog untuk klarifikasi soal ‘Tampang Boyolali’. Namun bagi Prabowo, dalam berdemokrasi juga diperlukan sedikit candaan.

“Kalau kita nggak boleh melucu, nggak boleh seloroh, nggak boleh joking, nggak boleh bercanda, ya bosan. Tidurlah nanti semua (penonton), capek mereka, kasihan,” pungkasnya. (aim/JPC)