Sindir Arteria Dahlan, Gerindra: Bertuturlah yang Sopan dan Santun

12 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria ikut mengomentari politsi PDIP Arteria Dahlan yang tengah menjadi sorotan publik. Hal ini terkait dengan perkataannya yang ditujukan kepada Kementerian Agama (Kemenag).

Hal ini terjadi saat Komisi III DPR rapat bersama Jaksa Agung M Prasetyo. Rapat tersebut sempat menyinggung soal travel umrah yang bodong.

“Anggota DPR itu kan wakil rakyat dia kan punya tugas yang penting sebagai wakil rakyat untuk menyuarakan aspirasi rakyat, anggota DPR harus menyampaikan dengan hati nurnani,” ujarnya dalam Diskusi di Ruagan Media Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3).

DPR memang memiliki kepentingan yang harus disampaikan dengan substansi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Anggota DPR, selain menyampaikan aspirasi rakyat harus selalu dibarengi dengan tutur kata yang baik dan santun. Karena sebagai wakil rakyat adalah cerminan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang ramah dan santun.

“Jadi kita berharap untuk seluruh anggota dewan mengerti dan memahami tugas dan fungsi anggota dewan untuk menyampaikan aspirasi rakyat dengan cara yang santun ramah sopan,” tutupnya.

Sementara itu terkait Permintaan maaf oleh Arteria Dahlan, Riza menuturkan untuk semua apa yang disampaikan oleh pribadi anggota dewan menjadi tanggungjawab pribadi anggota dewan. Sehingga siapapun yang berkeberatan oleh pernyataan anggota dewan bisa menyampaikana kritiknya dan protesnya melalui mekanisme dan proses yang ada.

Sebagai Anggota Dewan, MKD dibentuk dengan mandat untuk melakukan kontrol internal kepada setiap anggota DPR. Hal itu penting untuk memastikan anggota DPR bekerja sesuai etika dan norma.

Meski anggota DPR dilindungi hak imunitas tidak bisa diproses hukum seperti terdapat di UU MD3 Nomor 2 Tahun 2018 dalam menjalankan tugasnya, bukan berarti anggota DPR bebas melakukan makian atas individu dan institusi lainnya.

“Ya nanti bergantung apakah ada keberatan, Ya mudah-mudahan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua dan tidak berujung pada MKD. Kalau ada kata-kata tidak sopan nanti dilihat sejauh mana kata-kata dianggap tidak sopan. Derajatnya kan harus diukur. Nanti kita lihatlah,” pungkasnya. (zain/fajar)