SPDP Sudah Diterima Kejati Sulsel, Bos Abu Tours Terancam 20 Tahun Penjara

35 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Proses hukum bos travel Abu Tours Abu Hamzah Mamba terus berjalan.  Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditrekrimsus) Polda Sulsel sudah memberikan  Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hamzah Mamba ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan, penipuan, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Abu Hamzah Mamba dalam kasus ini dijerat dengan pasal 45 TPPU, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Ia menjadi tersangka dalam penyelenggaraan ibadah umrah, dengan modus memberangkatkan jemaah umrah dengan harga murah.

Dalam kasus ini, total kerugian uang jemaah sebesar Rp1,8 triliun, dari 86.720 jemaah. Jemaah Abu Tours tidak hanya berasal dari Sulsel, tetapi tersebar di 15 kota di Indonesia.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, mengatakan, Kejati Sulsel telah menerima SPDP kasus tersebut. “SPDP-nya sudah ada kita terima sejak minggu lalu,” ujar Salahuddin, Selasa (27/3) kemarin.

SPDP tersebut, kata Salahuddin, telah diserahkan oleh penyidik ke bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejati Sulsel.

Setelah menerima SPDP dari penyidik, pihak Kejati kini tinggal menunjuk tim jaksa peneliti melalui P-16, sebelum berkas kasus tersebut dilimpahkan ke pengadilan. “Sebelum pelimpahan tahap satu, kita tentu harus menunjuk tim jaksa peneliti,” pungkasnya.

Sebelumnya, mitra usaha travel Abu Tours dari Pengurus Perkumpulan Mitra dan Agent Abu Tours (Permators), menggelar pertemuan sekaligus konfrensi pers, Minggu (20/3) lalu. Dalam pertemuan itu, Permators dan kuasa hukumnya membahas nasib ribuan calon jemaah umrah, pasca penyidik Polda melakukan penahanan terhadap CEO Travel Abu Tours, Abu Hamzah.

Kuasa Hukum Permators, Muh Amin Qadier, sangat menyayangkan berjalannya proses hukum dalam kasus penundaan pemberangkatan ribuan calon jemaah umrah yang diselenggarakan oleh biro perjalanan umrah dan haji PT Abu Tours.

Ia menganggap kasus PT Abu Tours tersebut tidak harus melalui proses hukum, karena masih ada alternatif lain yang bisa ditempuh.“Mestinya tidak harus menempuh jalur hukum, karena sampai hari ini Abu Tours masih memberangkatkan jemaahnya,” beber Amin.

Permators dan kuasa hukumnya menaruh kecurigaan atas ditahannya Abu Hamsah dalam kasus ini. Menurut Amin, ada sekelompok agen yang menginginkan Abu Hamzah ditahan.“Kami curiga, penahanan Abu Hamzah ada kepentingan tertentu didalamnya. Kasus ini sarat dengan persaingan bisnis. Ada yang menginginkan Abu Tours gulung tikar,” tudingnya. (rasul/fajar)