Sudah Korupsi lalu Minta tidak Ditahan? Enak Saja!

5 views

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN – Rusdi Azis diam seribu bahasa saat keluar dari ruang penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel. Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Barabai itu akhirnya ditahan, Rabu (28/3) kemarin.

Mengenakan rompi oranye, Rusdi keluar didampingi seorang jaksa. Dia kemudian dibawa dengan mobil tahanan ke Lapas Teluk Dalam Banjarmasin.

Kepada wartawan, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalsel, Munaji, mengatakan penahanan terhadap Rusdi karena tidak ingin yang bersangkutan melarikan diri. “Karena mempersulit pemeriksaan tim jaksa pemeriksa, tersangka kita tahan,” tegas Munaji.

Rusdi sempat mengajukan penangguhan penahanan. Tapi karena berbagai pertimbangan, pihaknya tidak memberikan penangguhan. “Selain khawatir melarikan diri, kita juga takut dia menghilangkan bukti dan mengulangi perbuatannya,” ucapnya yang mengatakan dengan ditahan proses persidangannya bisa lebih cepat.

Munaji menyebut, selain menahan tersangka, pihaknya juga menyita dua unit mobil dan 14 unit sepeda motor berbagai merek serta uang tunai senilai Rp40 juta.“Saat ini, semua barang bukti tersebut, sudah dititipkan di Kantor Bupati Hulu Sungai tengah (HST), di Barabai,” jelasnya.

Mobil dan motor itu ditengarai dibeli dengan uang korupsi, kemudian di atasnamakan dirinya. Lantas, kedua buah mobil tersebut disewakan kembali ke PDAM HST sebagai mobil operasional, tetapi uang sewanya masuk kantong pribadi tersangka.

Begitu juga dengan 14 unit sepeda motor, yang di atasnamakan para karyawan, yang kemudian disewakan tersangka ke PDAM HST sebagai motor operasional, dan uangnya lagi – lagi, diduga langsung masuk kantong tersangka.

Kasus dugaan penyelewengan dana penyertaan modal di PDAM HST terjadi di 2012 hingga 2015. Dari dana Rp69,9 miliar, ada sebesar Rp4,7 miliar yang diduga diselewengkan.
“Penyidik terus melacak aset pribadi tersangka,” tandasnya. (gmp/ay/ran)