Suporter Diminta Santun, Nyanyikan Chant Rasis Pertandingan Berhenti

6 views

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Jelang pertandingan antara PSIS Semarang melawan Barito Putera, Sabtu (13/10), panita pelaksana (panpel) pertandingan meminta suporter masing-masing kubu untuk tertib dan saling menjaga keamanan. Tindakan tegas berupa penghentian laga bahkan akan diambil ketika perilaku fans sudah di luar batas wajar.

“Apabila ada nyanyian rasis, perangkat pertandingan berhak menghentikan pertandingan. Kami sudah jauh-jauh hari berkomunikasi dengan teman-teman suporter,” ujar panpel pertandingan PSIS, Pujianto, Jumat (12/10).

Pujianto berharap kejadian seperti di Stadion Kanjuruhan saat laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu tak terulang. Saat itu Aremania melakukan beragam aksi tak terpuji hingga masuk ke lapangan pertandingan.

“Kami harap teman-teman suporter bisa lebih dewasa, karena jika melakukan pelanggaran akan merugikan manajemen klub dan pemain,” sambungnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku tak meminta petugas keamanan untuk melakukan penambahan personel guna mengamankan laga yang rencananya berlangsung di Stadion Moch Soebroto, Magelang tersebut.

Alasan Pujianto, Barito Putera kemungkinan besar tidak akan mendatangkan suporter dengan jumlah banyak. “Keamanan seperti biasa, sekitar 450 personel, kesiapan tiket sekitar 8.000-an semoga penggemar PSIS bisa memadati stadion,” imbuhnya.

Di sisi lain, General Manager PSIS Semarang, Wahyu Liluk Winarto mengapresiasi sikap dewasa kelompok pendukung Laskar Mahesa Jenar. Khususnya bagi yang mau bertanggung jawab atas tindakan kurang terpuji berujung adanya sanksi denda dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI beberapa waktu lalu.

Liluk mengaku senang para supporter PSIS Semarang bersedia menebusnya dengan membantu iuran pembayaran denda ke Komdis PSSI. “Kami sosialisasi untuk denda akibat pelanggaran suporter di lapangan. Suporter harus ikut menanggung. Selama ini sudah saling mengerti. Besok pada pertandingan katanya akan melakukan galang dana untuk membayar denda tersebut,” imbuhnya.

(gul/JPC)