Syukurlah, 840 Butir Telur Penyu Berhasil Diselamatkan

13 views

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Setelah hampir sepekan telur penyu hasil curian diamankan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Pos Angkatan Laut Maratua dan dibawa  ke Tarakan. Pihak aparat penjaga laut itu pun menyerahkan barang bukti tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau, di Tarakan pada Jumat (30/3) sore.

Menurut Kepala BKSDA Berau Agento Seno, setelah beberapa waktu lalu mendapat kabar akan diserahkannya telur penyu tersebut kepada pihaknya, ia pun langsung berangkat menuju Tarakan dari Berau pada kemarin siang.

Ia juga menerangkan, dari total 1.052 butir telur penyu yang diserahkan kepada pihaknya, 840 butir telur penyu di antaranya masih dengan kondisi baik sementara 212 telur lainnya telah rusuk hingga membusuk. (Seperti diberitakan Berau Post, padahal sebelumnya jumlah telur yang diamankan 1.209 butir)

“Dari jumlah itu juga kami tidak bisa berharap banyak bisa sampai menetas menjadi tukik (anak penyu, Red.). 10 persen yang bisa sampai menetas saja kami sudah sangat senang,” katanya saat diwawancara Berau Post, Jumat (30/3).

Dijelaskan Agento, 840 butir telur penyu yang masih bisa diselamatkan itu akan dibawa pulang ke Berau dan akan di relokasi di Pulau Sangalaki, tempat konservasi yang dikelola BKSDA Berau. “Besok (hari ini, Red.) saya sudah kembali lagi ke Berau. Cuman untuk telurnya hari Minggu baru dibawa ke Sangalaki,” tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, personel Pos TNI Angkatan Laut (AL) Maratua, berhasil mengungkap pencurian 1.209 butir telur penyu di Pulau Blambangan, Kepulauan Derawan pada Minggu lalu.

Tak hanya mengamankan telur penyu, petugas juga mengamankan Jm (48) bersama istri dan ketiga anaknya, serta Gg (33) yang merupakan warga Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Petugas TNI AL Maratua, Serda Laut Roxy M Rattu, mengatakan, terungkapnya pencurian tersebut setelah mendapatkan informasi dari masyarakat nelayan, ada kapal dari luar Berau, berada di perairan sekitar Pulau Blambangan.

Menindaklanjuti informasi itu, pihaknya langsung menuju perairan Pulau Blambangan, yang berjarak waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit dari Pulau Maratua.

“Di situ kami mencurigai KM Anisa, tepatnya berada di sekitar Pulau Blambangan, selanjutnya kami lakukan pencegatan dan memeriksa kapal tersebut,” terangnya. (arp/app)