Tak Kapok-kapok, Kapal Nelayan Malaysia Lagi-lagi Nyolong Ikan, Ini Mereka

10 views

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK- Tidak ada jeranya, walaupun banyak yang ditenggelamkan, kapal asing mencuri ikan di perairan Indonesia masih saja terjadi. Kali ini, Kapal Pengawas Perikanan, Hiu 11, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mengamankan tiga  kapal perikanan asing (KIA) ilegal berbendera Vietnam.

Diberitakan Rakyat Kalbar, kapal asing itu kepergok saat sedang menangkap ikan tanpa dilengkapi dengan izin yang sah dari pemerintah RI serta menggunakan alat tangkap yang dilarang berupa pair trawl di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) sekitar perairan Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (18/3) lalu.

“Kita sedang melakukan patroli, ada TNI Angkatan Laut (AL), Pol Air, PSDKP,  ketika itu kapal Hiu 11 menemukan tiga kapal Vietnam di perairan laut Natuna utara dengan alat tangkap pair trawl. Kemudian dibawa ke stasiun PSDKP Pontianak,” kata Kasubsi Oprasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran, Stasiun PSDKP Pontianak, Mochamad Erwin saat diwanwacarai sejumlah wartawan di dermaga Stasiun PSDKP Pontianak, Jumat (23/3) sore.

Tiga kapal yang diamankan yaitu KM BV 4987 TS berukuran kurang lebih 115 GT,  KM. BV 0270 TS berukuran 90 GT dan KM. BV 93739 TS berukuran 110 GT. Sedangkan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 24 orang berkewarganegaraan Vietnam.  “Jadi dugaan sementara kita kenakan Pasal 92, tentang surat izin usaha perikanan (SIUP) junto Pasal 26. Pasal 93 tentang surat izin penangkapan ikan (SIPI) junto pasal 27 ayat 1. Dan Pasal 85 tentang alat tangkap terlarang,” papar Erwin.

Pair trawl adalah alat tangkap ikan (pukat) yang ditarik dua kapal atau berpasangan. Dari tiga kapal itu, ada yang berisi 10 ABK, 11 ABK, dan tiga ABK. “Pasangannya berhasil kabur,” ucap Erwin. Sementara, Nahkoda Kapal Hiu 11, Mohamad Slamet mengungkap, jika dilihat dari hasil tangkapan ikannya, nelayan ini sudah lama berada di perairan Indonesia. Itu bisa dilihat dari hasil tangkapan ikannya. “Kemungkinan sudah setengah bulan,” ulasnya.

Lanjutnya, saat kepergok mencuri ikan, nelayan asing ini tidak ada perlawanan. Petugas pun langsung memeriksa kapal tersebut.  “Jadi begitu kita periksa, cek muatannya sama cek dokumennya di situ tidak ada dokumen dari negara kita,” paparnya “Alat tangkap yang digunakan pair trowl yang merusak lingkungan,” timpal Slamet.  (Ambrosius Junius/RK)