Tak Setuju Sertifikasi Ulama, TGB Beri Saran Begini

6 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Paham radikalisme masih menjadi momok menakutkan bagi Indonesia. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah sampai detik ini, masih belum sepenuhnya menghilangkan pemikiran sesat itu.

Melihat fenomena negatif yang tak kunjung hilang itu, Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta Azumardi Azra menyarankan agar setiap dai atau pemuka agama, dibekali dengan sertifikasi kelayakan berceramah. Sehingga materi yang disampaikan ke umat bisa terkontrol.

Menanggapi itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi mengaku kurang setuju dengan sistem sertifikasi tersebut. Menurut Tuan Guru Bajang (TGB)-sapaan akrabnya-, langkah tersebut justru memicu terjadi konflik besar.

“Dalam situasi Indonesia kita mencoba menyelesaikan masalah dengan tidak menimbulkan kontroversi besar,” ujar TGB di Rumah Makan Taliwang Bersaudara Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (20/7).

Politikus partai Demokrat itu mengusulkan agar organisasi-organisasi Islam yang tersebar di seluruh Indonesia, menjalin kerjasama seperti membuat kegiatan pusat pelatihan dakwah bagi para penceramah.

Di sana para dai didoktrin dengan ilmu-ilmu keagamaan yang baik. Selain itu mereka juga harus dibekali dengan wawasan kebangsaan. Cara itu disebut efektif menangkal penyebaran radikalisme.

“Menurut saya organisasi-organisasi Islam dengan tokoh-tokohnya itu bisa membangun bersama-sama katakanlah misalnya pusat pelatihan dai, di situ tentu yang disampaikan hal-hal yang disepakati bersama,” jelasnya.

Kendati demikian, TGB menolak jika upaya pelatihan untuk penceramah ini diambil alih oleh pemerintah. Sebab bisa memancing reaksi negatif. Sehingga lebih baik diserahkan kepada organisasi-organisasi Islam.

“Intinya pendekatannya bukan dari pemerintah, tapi dari konsensus struktural. Setelah itu bisa dipublikasi di media sosial jadi pemikiran yang aneh-aneh bisa di-filter,” tandasnya. (sat/JPC)