‘Tamparan’ Keras Felix Siauw untuk Sukmawati Soekarnoputri dan Puisinya

19 views

JAKARTA- Ustad Felix Siauw bereaksi keras terhadap puisi Sukmawati Soekarnoputri yang berjudul Ibu Indonesia. 

Puisi yang dibacakan pada acara peringatan 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 itu, dinilai melecehkan Syariat Islam, suara azan, juga cadar sebagai pakaian muslimah.

Kamu Tak Tahu Syariat, Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti. Bila engkau mau mengkaji, engkau akan memahami bahwa hijab itu bukan hanya pembungkus wujud, tapi bagian ketaatan, sebagaimana saat engkau ruku dan sujud.” Tulis Felix Siauw melalui akun sosila media miliknya.

Felix mengatakan, lebih baik diam dan tidak usah merangkai kata membandingkan azan dan kidung, sebab kemerdekaan Indonesia juga dibangkitkan dengan kalimat takbir.

“Negeri ini dibangkitkan darah perlawanannya oleh kalimat takbir, yang enam kali dilantangkan dalam azan yang engkau tuduh tak lebih merdu dibanding kidung ibu,” ujarnya.

Lanjut dia, Tanpa Islam tak ada artinya Indonesia, maka dimuloakan negeri ini dengan “Atas berkat rahmat Allah”. Kata dia, Islam adalah ruh Indonesia, nyawa Indonesia.

“Takkan berdaya wanita Indonesia tanpa Islam, yang telah menuntun mereka dari gelapnya penjajahan menuju cahaya kemerdekaan. Dari sekeder pelengkap jadi tiang peradaban,” tegasnya.

Dan kini aku menggugat dirimu, mempertanyakan dirimu, siapa kamu sebenarnya? Mengapa cadar dan azan begitu mengganggu dirimu, membuat engkau resah? Yang kutahu, hanya penjajah yang begitu,” lanjut Felix.

Berkut puisi lengkap Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat 
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

(dal/fajar)