Tanggapi Sukmawati, MPU Aceh: Mungkin Dia Hanya Berislam KTP

1 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ karya Sukmawati Soekrnoputri terus menuai protes dan kecaman. Bahkan, sampai saat ini, suda empat laporan polisi dibuat.

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh pun cukup menyesalkan puisi Sukmawati yang dinilai telah menyinggung Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).

Semestinya, puisi tersebut tak membandingkan cadar dengan konde serta suara adzan dengan kidung. Demikian disampaikan Wakil Ketua II MPU Aceh Tgk Faisal Ali, Banda Aceh, Rabu (4/4/201).

Menurutnya, Adzan sama sekali tidak terkait dengan lantunan-lantunan. Selama Azan itu benar, lantunannya juga benar maka itu ibadah.

“Jadi tidak bisa dia bandingkan nilai-nilai Islam, karena adzan itu bukan syair dan lagu,” tegas dia.

Ia menilai, Sukma telah merendahkan Islam melalui puisinya. Semestinya, dalam puisi itu membela Islam, bukan justru sebaliknya.

Tgk Faisl menduga, Sukmawati bukanlah orang yang menganut Islam secara taat.

“Mungkin dia hanya berislam KTP, tapi kalau kita lihat sehari-hari dia tidak menggunakan jilbab,” ujarnya.

Sementara, Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman pun mengecam keras Sukmawati dan menyebut ia telah menyinggung perasaan umat Islam seluruh Indonesia, khususnya Aceh.

Sebab Aceh adalah daerah yang mayoritas muslim dan menerapkan hukum syariat Islam.

“Sukmawati telah mempertontonkan sikap dan pernyataan dalam puisinya yang sama sekali tidak layak untuk dilakukan,” kata Sudirman.

Terlepas apapun makna di balik bait puisi tersebut, lanjutnya, jelas sekali mengandung unsur pelecehan agama Islam.

Ironisnya, Sukmawati adalah seorang muslim dan merupakan putri Presiden pertama RI, Soekarno.

“Bagaimana bisa seorang Sukmawati tidak tahu syariat Islam. Padahal Aceh secara resmi adalah daerah di nusantara yang menerapkan syariat Islam,”

“Syariat Islam di Aceh diatur resmi dalam aturan perundangan Republik Indonesia,” tuturnya.

Dia juga heran kenapa Sukmawati bisa tidak tahu aturan perundangan negara, UU tentang Pemerintah Aceh.

Padahal sebagai trah keluarga negarawan, seharusnya Sukmawati memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sikap bijak dan mulia dengan menghormati keberagaman sesuai arti Bhinneka Tunggal Ika.

Tak hanya Haji Uma, kecamanan juga datang dari Ketua DPD FPI Aceh Tgk Muslim At Thahiry.

Ia mengungkapkan, tindakan yang dilakukan Sukmawati karena telah melukai dan menyayat hati umat Islam di Indonesia dan dunia.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap Sukmawati dan segera diproses (dalam kasus ini),”

“Kalau tidak, kami ajak umat Islam untuk mencari Sukmawati. Dan terapkanlah hukum Islam terhadap si penista Islam itu,” tegas Tgk Muslim. (Fajar/JPC/pojoksatu)