Tanggulangi Dampak Perang Dagang AS-China, Wapres JK Serukan Kerja Sama

FAJAR.CO.ID, NEW YORK – Wakil President M Jusuf Kalla menyampaikan perlunya bekerja sama dalam menanggulangi dampak negatif perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China bagi negara-negara lainnya.

Wapres menyatakan Pertemuan Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi dan Sosial (Ecosoc) PBB tentang pembiayaan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2030 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (24/9).

“Kita bisa bekerja bersama bagaimana mengurangi efek dari pertarungan dua negara besar yang membuat negara lain turut menderita karena situasi ini,” kata Wapres dalam kesempatan tersebut.

Diharapkan dengan kerja sama untuk mengurangi dampak negatif perang dagang tersebut, dapat mendukung tidak saja ekonomi salah satu negara namun juga ekonomi dunia.

Dengan demikian, tetap menunjang kesejahteraan tetap dapat ditingkatkan dan kemiskinan dapat dikurangi.

Sementara itu, Wapres dalam kesempatan tersebut juga menyatakan, Pemerintah Indonesia terus memastikan pembangunan berkelanjutan.

Diantaranya dengan membangun infrastruktur di berbagai bidang, bekerja sama dengan kalangan swasta. Hal ini karena kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam lima tahun sebanyak 460 miliar dolar AS tidak mungkini dipenuhi seluruhnya melalui anggaran negara.

“Kita membutuhkan kerja sama dengan kalangan swasta,” katanya.

Selain itu, Pemerintah juga menjaga kondisi ekonomi yang lebih stabil. Saling percaya antar investor asing dengan investor dalam negeri akan turut menunjang stabilitas ekonomi.

 

Ekonomi Kelautan Berkelanjutan

 

Sementara itu, usai menjadi pembicara dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi dan Sosial (Ecosoc) PBB tentang pembiayaan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2030, Wapres JK melanjutkan agenda berikutnya, menghadiri Panel Tingkat Tinggi Membangun Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan.

Panel tingkat tinggi tersebut dilaksanakan di Museum Of Art, New York, Senin. Tampak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan potensi kelautan sekaligus tantangan terhadap keberlanjutan ekonomi kelautan serta kebijakan yang diambil Pemerintah Indonesia. (Ant)