Ternyata ada 7 Tambang Ilegal yang Diam-diam Operasi

33 views

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Asisten II Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Endang Liansyah mengatakan, berdasar informasi yang dia terima, ada tujuh tambang yang tak berizin. Lokasinya berada di Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda Ulu, Loa Janan Ilir, Palaran, Sambutan, dan Sungai Kunjang.

Untuk menangani tambang ilegal ini, pihaknya membuat tim satuan tugas illegal mining. Nah, draf surat keputusan (SK) pembentukan tim satuan tugas (satgas) illegal mining telah rampung. Saat ini, SK sedang dipelajari bagian hukum pemkot untuk memastikan apakah tim boleh dibentuk atau sebaliknya.

Pasalnya, sudah ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani permasalahan tambang liar. Baik dari segi vertikal maupun horizontal. Baik di kota maupun provinsi. “Sudah ada ranahnya. Contohnya, coal mining (pertambangan) sudah ada Distamben Kaltim, mereka sudah punya data seluruh izin tambang PK2B (Perjanjian Kontrak Kerja Sama Batu Bara). Distamben yang paling tahu tambang berizin atau tidak. Sedangkan penindakannya ranahnya aparat kepolisian,” ujar Asisten II Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Endang Liansyah.

Endang menjelaskan, agar secara hukum tidak salah, pihaknya meminta bagian hukum mempelajari draf SK dan memberi waktu mereka sampai akhir Maret. Namanya SK Tim Satgas Penertiban Kegiatan Pertambangan Tidak Berizin dan Pengangkutan Batu Bara yang Menggunakan Jalan Umum di Wilayah Kota Samarinda.

Menurut Endang, tim ini mendesak dibentuk. Apalagi, beberapa pekan lalu, dia menerima informasi ada truk pengangkut batu bara melintas di jalan umum, namun dibiarkan lolos saja. “Ini kan aneh, truknya besar yang memiliki kapasitas 6-8 ton aman melintas. Padahal, aturannya jelas, truk batu bara dan sawit tidak boleh menggunakan jalan umum,” ungkap dia.

Dia melanjutkan, laporan masyarakat itulah yang menjadi dasar pembahasan pembentukan tim satgas. Dengan begitu, tindakan dapat diberikan agar dampak dari kegiatan tersebut tidak melebar ke mana-mana. “Makanya kami melibatkan semua instansi terkait,” jelasnya.

Mantan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda itu menegaskan, jika nantinya tim bekerja, informasinya dadakan, karena takut ada kebocoran. “Yang jelas begitu informasi diterima (tambang ilegal), tim akan langsung turun ke lapangan memonitor,” papar dia. (*/dq/iza/k11)