Ternyata Setya Novanto Orang Dibalik Pencabutan BAP Miryam

9 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan adanya peran Setya Novanto dalam menghalangi proses penyidikan kasus e-KTP. Hal ini diungkap jaksa dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan surat tuntutan untuk mantan Ketua DPR.

Menurut jaksa, perihal adanya peran Novanto dalam menghalangi penyidikan kasus e-KTP, awalnya mantan Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut menyuruh beberapa orang dengan cara menekan Miryam S Haryani untuk mencabut keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Dengan jaminan jika pencabutan dilakukan, maka Miryam tidak akan terlibat dalam perkara ini serta tidak akan menjadi tersangka KPK.

“Menjamin jika Miryam S Haryani mencabut keterangannya di BAP, maka tidak akan menjadi tersangka di KPK,” papar JPU dalam sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tipikor, Kamis (29/3).

Dalam melakukan hal tersebut, jaksa mengatakan bahwa terdakwa Setya Novanto dibantu oleh Jamal Aziz, Chaeruman Harahap, Markus Nari dan Akbar Faisal menekan Miryam untuk mencabut BAP.

“Awal tahun 2017 berbarengan dengan akan dibacakannya surat dakwaan Irman dan Sugiharto, penekanan tersebut dilakukan mereka kepada Miryam,” ujarnya.

Atas penekanan tersebut, pada persidangan tanggal 23 Maret 2017, Miryam benar – benar mencabut seluruh BAP tersebut sesuai arahan terdakwa.

Untuk diketahui, saat itu Miryam disebut sebagai pihak yang membagi-bagikan uang ke pimpinan Komisi II DPR.

Sebab, dalam BAP Miryam dapat menjelaskan secara rinci kronologi penerimaan uang dalam proyek e-KTP. Bahkan, Miryam menyebut nama-nama anggota DPR lain yang ikut menerima suap.

Namun pada saat bersaksi di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu, perempuan kelahiran Indramayu, Jawa Barat tiba-tiba mencabut BAP.

Menurutnya, hal ini dilakukan karena selama menjalani pemeriksaan, dirinya diancam oleh tiga penyidik KPK. Salah satunya Novel Baswedan. Sehingga dirinya mengaku tertekan dan asal memberikan keterangan.

Miryam menyebut penyidik KPK menakut-nakutinya dengan mengatakan mereka telah memeriksa dua anggota Fraksi dari Partai Golkar, Aziz Syamsuddin dan Bambang Soesatyo dalam kasus e-KTP.

Di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, dia mengatakan semua keterangan dalam BAP itu tidak benar. Termasuk mengenai bagi-bagi duit proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Namun kenyataannya, di dalam tuntutan Setya Novanto pada hari ini, penekanan itu dilakukan oleh mantan Ketua Fraksi Golkar bersama koleganya, agar Miryam mencabut BAP.

Sebelumnya, Dalam surat dakwaan, saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar, Novanto diduga memperkaya diri dari proyek e-KTP. Mantan Ketua DPR RI itu diduga turut andil dalam merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dari jumlah anggaran sebesar Rp 5,9 triliun untuk pengadaan KTP berbasis elektronik.

Dia diduga menerima aliran dana dari proyeke-KTP sebesar USD 7,3 juta melalui Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi yang merupakan keponakannya. Selain itu Novanto juga dinilai menerima jam mewah merk Richard Mille senilai Rp 1,3 miliar dari Andi Narogong dan Made Oka Masagung. (Fajar/JPC)