Tim NH-Aziz Komitmen Tak Libatkan Anak-anak di Lokasi Kampanye

19 views

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menegaskan komitmennya untuk tata asas selama masa kampanye. Hal itu ditunjukkan saat NH menggelar kampanye dialogis dan tatap muka di Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Selasa (3/4) malam.

Dalam kampanye tersebut, tim NH-Aziz mengimbau kepada peserta kampanye agar tetap tertib. Termasuk, di antaranya agar anak-anak tidak ikut dilibatkan selama kampanye berlangsung.

Tim kampanye NH-Aziz bahkan menyiapkan spanduk pemberitahuan. Lokasi spanduk terpampang jelas di bagian atas tenda sebelum warga memasuki area kampanye yang telah disiapkan.

Isinya secara eksplisit melarang pelibatan anak-anak untuk ikut kampanye. Spanduk pemberitahuan tersebut dilengkapi pula dengan tulisan dalam bahasa Bugis, sesuai bahasa Ibu warga setempat.

Komitmen tersebut semakin dipertegas sebelum NH memulai pemaparan visi misinya. Pemandu acara kampanye, Irfan Liakat mengingatkan kepada orang tua yang hadir agar tidak membawa serta anaknya. Berulang-ulang, pengurus Golkar Makassar ini meminta agar anak-anak tidak berada di dalam lokasi kampanye.

Saat suasana sudah mulai tertib, agenda kampanye NH pun dimulai. Ketua DPD II Golkar Pinrang, Muhammad Darwis Bastama memberikan sambutan selamat datang kepada Ketua Koorbid Pratama DPP Golkar.

“Yang hadir malam ini siap membantu Pak Nurdin Halid menjadi Gubernur Sulsel. Tidak hanya suara warga Duampanua yang akan diberikan, hati pun untuk Pak NH,” tegasnya.

Adapun NH menegaskan kembali keinginannya kembali ke Sulsel murni atas dasar pengabdian. Tokoh nasionalis ini merasa miris melihat paradoks pertumbuhan Sulsel tak berbading lurus dengan menurunnya angka kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan.

“Gerakan Membangun di Kampung ini untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran yang kebanyakan terjadi di desa. Karena membangun kampung, menata kota. Tapi membangun kota, belum tentu akan menata kampung seperti yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini pun menawarkan sederet program pro rakyat yang diyakini menjadi solusi permasalahan tersebut. Di antaranya, bantuan modal usaha tanpa bunga dan agunan serta penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya. (rls/fajar)