Timnas BMX Matangkan Persiapan Asian Games 2018 di Banyuwangi

0 views

FAJAR.CO.ID, BANYUWANGI – Banyuwangi International BMX Competition 2018 menjadi persiapan terakhir tim BMX Indonesia sebelum terjun ke Asian Games 2018 bulan Agustus nanti. Ajang ini juga menjadi seleksi terakhir bagi pembalap yang diproyeksikan tampil pada multi-event terakbar se-Asia itu.

Banyuwangi International BMX Competition 2018 dilangsungkan di Sirkuit BMX Muncar, 14-15 Juli. Balapan yang telah masuk kalender rutin Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) ini diikuti oleh 225 pembalap dari dalam maupun luar negeri. Ajang ini melombakan 16 kelas mulai  usia 5-6 tahun hingga kategori elite men dan elite women.

“Banyuwangi International BMX Competition adalah event terakhir untuk try in kami. Setelah ini kami akan kembali ke Jakarta dan fokus di sana. Selanjutnya kami akan memperbanyak teknis dan strategi yang akan kami pakai di sirkuit nanti,” ucap pelatih kepala tim balap sepeda Indonesia Dadang Haries Purnomo.

Indonesia menurunkan lima pembalap pada event ini. Kelima pembalap tersebut adalah Toni Syarifudin, I Gusti Bagus Saputra, Rio Akbar, Cupi Novianti dan Wiji Lestari. Tak ada nama sang mega bintang Elga Kharisma. Ia pindah ke nomor track setelah mengalami cedera pinggang Januari 2018.

Tanpa Elga, tim putri bertumpu kepada Cupi dan Wiji. Sedangkan untuk putra, Indonesia harus memilih dua di antara tiga pembalap, yaitu Bagus, Toni dan Rio. Menurut Dadang, tim pelatih masih menimbang siapa dua di antara ketiga pembalap putra ini yang akan bertarung di Asian Games 2018 nanti.

“Kami memang sudah menentukan. Tapi kami butuh (pembalap, Red) cadangan. Apalagi, risiko cedera di BMX lebih tinggi daripada nomor yang lain,” imbuh Dadang ketika dihubungi JawaPos.com, Sabtu (14/7) siang.

Dadang mengambil contoh dari kasus kecelakaan yang dialami salah satu pembalap nomor road race Hari Fitrianto. Kacong, sapaan akrab Hari, mengalami kecelakaan ketika berlatih bersama tim nasional di tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat (Jabar) seminggu yang lalu. Ia mengalami luka-luka dan sepedanya nyaris tak berbentuk.

“Seperti nomor road race kemarin kan kami sudah kehilangan satu orang, yaitu Hari Fitrianto. Itu pun kami sudah dalam posisi yang sangat-sangat aman. Namun masih terjadi sesuatu. Sebagai tuan rumah, kalau tidak mempersiapkan cadangan lalu harus kehilangan pembalap, susah lagi,” keluh Dadang. (saf/JPC)