Trump Yakin Rusia dan Iran Penebar Gas Beracun di Suriah

10 views

FAJAR.CO.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengutuk serangan senjata kimia terhadap rakyat Suriah. Donald Trump bahkan mengancam akan membalas Suriah setelah tuduhan tersebut.

Lewat akun Twitter-nya, Trump menegaskan serangan itu ‘tanpa pikiran’. Ia juga mengkritik Rusia dan Iran karena mendukung rezim Presiden Bashar Assad.

“Presiden Putin, Rusia, dan Iran bertanggung jawab untuk mendukung Animal Assad,” tulis Trump.

Aktivis oposisi Suriah dan tim penyelamat mengklaim gas beracun digunakan untuk membunuh setidaknya 80 orang, termasuk wanita dan anak-anak, dalam serangan pada pemberontak di Douma.

Laporan lain menyebut lebih dari 500 orang dibawa ke pusat medis dengan kesulitan bernapas, berbusa di mulut, dan sensasi terbakar di mata.

Saat ini, masih banyak warga yang mesti mendapat perawatan serius dan Trump meminta akses pada tim kemanusian bisa dipermudah. “Buka area segera untuk bantuan medis dan verifikasi. Bencana kemanusiaan lain tanpa alasan apa pun. SAKIT!,” tegasnya.

Menteri Luar Negeri Boris Johnson mengatakan, masyarakat internasional harus menanggapi dugaan serangan gas beracun ini. “Laporan serangan senjata kimia skala besar di Douma pada hari Sabtu menyebabkan banyak korban jiwa yang sangat mengganggu. Sungguh mengerikan untuk berpikir bahwa banyak dari para korban dilaporkan keluarga yang mencari perlindungan dari serangan udara di tempat penampungan bawah tanah,” katanya.

“Penyelidik dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) yang mencari laporan penggunaan senjata kimia di Suriah mendapat dukungan penuh dari kami. Rusia tidak lagi harus mencoba menghalangi penyelidikan ini,” tandasnya.

Pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad sendiri menyangkal melakukan serangan kimia terhadap rakyatnya. (Metro/amr/fajar)