Tujuh Pengeroyok Pelaut di Luwu Ditangkap, Dua Masih Buron

38 views

FAJAR.CO.ID, LUWU — Tujuh pelaku pembunuhan  Mardi alias Upa (31) warga  Dusun Singgasari, Desa Seba-seba, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Kamis, 10 Mei 2018 tertangkap.

Mardi yang berprofesi di pelayaran asal Dusun Waelempa Desa Seba-seba, Walenrang Timur dikeoroyok sembilan orang setelah mendatangi keramaian pemuda di Singgasari.

Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso, mengatakan, peristiwa penganiayaan Mardi hingga tewas berawal saat Erwin (19) kembali dari rumah Habil main wifi.

“Setelah lewat di depan rumah Iid (19), di Dusun Singgasari, mereka melihat banyak anak muda. Erwin langsung ke rumahnya karena penasaran ingin megetahui pemuda tersebut. Erwin kembali bersama Mardi berboncengan menggunakan sepeda motor metic honda beat nomor polisi tidak ada setelah sampai di depan rumah Iid Tolipu, Erwin dan Mardi langsung diberhentikan,” kata Dwi.

Kemudian, lanjut dia, Mardi turun dari sepeda motor langsung dipukul kemudian Erwin langsung pulang melapor ke Hendra sepupu dari Mardi bahwa Mardi dikeroyok di depan rumah Iid. Erwin dan Hendra berboncegan menuju lokasi kejadian.

Sebelum tiba di depan SDN 100 Singgasari, keduanya melihat korban pulang dengan berlumuran darah dan busur menancap di badan bagian perut dan belakang. Hendra dan Erwin mencari pelaku tetapi tidak seorang pun yang ditemukan.

“Akibat dari kejadian tersebut, dua buah busur menancap di bagian perut dan bagian belakang korban. Lalu korban dibawa ke RSUD Rampoang untuk mendapatkan perawatan,” kata Dwi.

Polres Luwu mendatangi TKP dan melakukan olah TKP. Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan tersangka lelaki Iid Tolipu alias Iid bin Saleh, ternyata dia berperan melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara menikam dengan menggunakan alat berupa gunting dan mengarahkan pada bagian punggung korban hingga korban mengalami luka robek.

Tersangka lelaki Arikal alias Iddal bin Masjaya melakukan kekerasan dengan cara menikam dengan menggunakan alat berupa anak busur dengan menikam pada bagian punggung kanan korban hingga anak busur tertancap di badan (punggung) korban.

Sementata, tersangka lelaki Ucok Tolipu Alias Ucok bin Saleh , Yayan Saputra alias Yayab bin Dimang, Sulqibli alias Sul bin Syamsuddin. Kemudian, Ibdra Setiawan alias Hendra bin Sulasno melakukan kekerasan dengan memukul bagian badan yakni pada muka dan kepala korban sehingga korban mengalami luka memar atau bengkak.

Terakhir tersangka Rafli Darwin alias Appi bin Darwin melakukan kekerasan dengan cara membusur korban pada bagian perutnya hingga anak busurnya tertancap di bagian perut korban.

Dari kejadian tersebut yang dilakukan oleh para tersangka tersebut korban dibawa ke rumah RS. Korban tidak tertolong untuk dilakukan penanganan medis hingga mengembuskan napas terakhir atau meninggal dunia.

“Tujuh tersangka sudah ditangkap. Dua masih dalam pengejaran,” tegas Dwi. Keduanya berinisial W dan A.

Dwi menyebut, saat dilakukan pemakaman keluarga korban menyerang rumah salah satu pelaku. Pelaku sebanyak tiga orang. Mereka berinisial N, B, dan I. Akibat kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia, pelaku diancam 12 tahun penjara sesuai pasal 170 KUHP.

Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal mengatakan, telah menganankan lima barang bukti. ”Satu buah pelontar busur, tiga anak busur, satu bambu ukuran panjang 95 cm dan ukuran lingkaran 8 cm, satu lembar celana pendek warna cream milik korban, bebernya. Dua pelaku WT WIN dan tersangka lelaki Ardi alias Salengor masih buron. (shd)