Ustad Somad: Jangan Sampai Golput!

40 views

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Kedatangan Ustad Abdul Somad membuat umat muslim Balikpapan dan Kaltim bersemangat. Euforianya pun masih begitu terasa. Sebelum bertolak dari Bandara Sepinggan, dai asal Sumatra Utara tersebut mendorong seluruh jamaah untuk berpikir tentang “whats next?”

“Subhanallah,” kata Ustaz Abdul Somad menanggapi antusiasme jamaah Kaltim, khususnya Balikpapan dalam menghadiri ceramah agama. Diiringi pengawalan ketat dari kamarnya di Hotel Gran Senyiur menuju ke mobil, Minggu (25/3) pagi, Ustaz Somad menjawab beberapa pertanyaan Kaltim Post (Jawa Pos Group) saat berada di hotel. Saat itu, dia sudah ditunggu ribuan jamaah di Masjid Baitul Aman, Polres Balikpapan.

“Tadi subuh itu hari libur (Minggu subuh). Hujan lebat, lantai basah. Jamaah tetap penuh. Bertahan sejam mengaji dan tanya jawab 30 menit. Kata-kata sudah tidak bisa lagi menjelaskan keadaan. Tapi lihatlah foto dan video itu. Ramai sekali,” ujarnya, menceritakan suasana salat subuh bersama bikers di Masjid Jami’ Arrahim, Balikpapan Regency.

Belum lagi ceramah agama di Balikpapan Islamic Center (BIC), Sabtu (24/3) malam. Ribuan jamaah memenuhi masjid bahkan mengular sampai luar masjid terbesar di Balikpapan tersebut. Makanya dia meminta suasana itu disiarkan melalui pemberitaan maupun video dan dibagikan kepada seluruh umat. Supaya orang-orang yang imannya sedang turun, segera bangkit.

Supaya orang-orang yang sedang di perantauan, ataupun orang yang ada di Kaltim sendiri melihat bagaimana semangat umat muslim untuk bersatu. Tapi, semangat ini jangan hanya euforia sesaat saja. Setelah ini, tantangan umat muslim adalah bagaimana membangkitkan ukhuwah persaudaraan, ekonomi umat, menghidupkan masjid, kemudian memilih pemimpin yang peduli Islam.

“Yang punya tanah, punya toko, buatlah market Islam. Yang punya tanah buat lembaga pendidikan Islam. Selamatkan anak dari narkoba dan zina. Kemudian mulai berpikir tentang pendidikan ceramah bersilabus. Senin malam belajar fikih, Selasa malam belajar hadis, Rabu malam diisi tafsir. Terus seperti itu,” tambahnya.

Pria 40 tahun tersebut lantas berandai-andai jika jumlah jamaah yang hadir di BIC dikomparasikan dengan kebutuhan suara untuk menjadi anggota DPRD. Berapa anggota dewan dari perwakilan masjid yang bisa duduk di legislatif. “Saya bukan caleg, bukan juga orang politik. Tapi dengan duduknya orang dari masjid di legislatif, dia bisa membuat Perda Islam,” imbuhnya.

Menanggapi tahun politik, sebagaimana Kaltim juga bakal menggelar pemilihan gubernur pada Juni mendatang, Ustad Abdul Somad menekankan agar semua umat muslim memberikan hak pilihnya. “Jangan sampai golput,” pesannya. Sebab, jika yang memilih adalah orang-orang yang tidak baik, maka pilihannya lebih banyak kepada yang tidak baik juga.

Makanya, dia meminta umat muslim untuk menggunakan telinga untuk mendengarkan informasi mengenai calon, buka mata untuk membaca track record masing-masing calon, lalu jangan lupa gunakan hati nurani dan salat istikharah sebelum memilih.

Dia juga meminta agar umat umat muslim tak memilih calon yang menebar uang. Sebab setelah terpilih, sudah pasti dia akan balik mengambil uang rakyat. Itu menjadi hukuman bagi mereka. “Saya hanya bilang, jangan pilih orangnya. Masalah uang mau diambil, serahkan ke masjid untuk bangun sekolah. Tapi jangan pilih orangnya. Karena dia pasti akan balik mengambil uang kita,” pungkasnya. (Fajar/jpg/JPC)