Wali Kota Blitar Ditahan di Rutan Polda Metro

32 views

FAJAR.CO.ID — Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar, telah menyerahkan diri ke KPK pada Jumat (8/6). KPK memuji sikap kooperatif Samanhudi.

Samanhudi selesai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Selasa, (9/6) dinihari WIB. Kini, Samanhudi mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya untuk 20 hari ke depan.

Keluar dari gedung merah putih KPK, Sabtu (9/6) sekitar pukul 01.35 WIB, Samanhudi langsung digiring petugas KPK ke mobil tahanan. Samanhudi lebih memilih bungkam dan menunduk saat sejumlah wartawan mengajukan pertanyaan sekitar perkara OTT.

KPK telah memberikan peringatan kepada Samanhudi untuk menyerahkan diri karena KPK sudah menetapkan dia sebagai tersangka penerima suap Rp 1,5 miliar dari seorang kontraktor pada OTT di Blitar, Jawa Timur, Rabu (6/6).

“Sikap koperatif ini tentu akan baik bagi bersangkutan (Wali Kota Blitar) dan memperlancar proses hukum,” kata Febri.

Selain menetapkan Wali Kota sebagai tersangka, KPK juga menetapkan Bambang Purnomo (swasta) dan Susilo Prabowo (kontraktor) sebagai pemberi suap pada perkara tersebut.

KPK menetapkan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar sebagai tersangka suap pengadaan barang dan jasa atau penerimaan hadiah dan janji di dua daerah.

Pada OTT di Tulungagung, selain menetapkan Bupati sebagai tersangka, KPK juga menetapkan Agus Prayitno (swasta), Sutrisno (Kadis PUPR Tulungagung) dan Susilo Prabowo (kontraktor) sebagai pemberi suap.

Dalam kasus tersebut, Bupati Tulungagung diduga menerima uang fee tahap ketiga sebesar Rp 1 miliar untuk memuluskan proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas PUPR setempat. Tahap pertama, dia menerima Rp 500 juta dan kedua Rp 1 miliar.

KPK telah mengamankan sejumlah barang bukti diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut, antara lain uang sebesar Rp 2,5 miliar dalam pecahan seratur dan lima puluh ribu, bukti transaksi perbankan dan catatan proyek. (iwk/ind)