Waspada! Ikan Kaleng Impor Isi Cacing Beredar di Daerah

2 views

FAJAR.CO.ID — Konsumen harus mulai hati-hati mengonsumsi produk ikan makarel (sarden) dalam kaleng atau dencis. Sebab, belakangan viral di media sosial (medsos) ada temuan cacing di tiga merek dencis yaitu Farmerjack, IO, dan HOKI. Semuanya merek luar, bukan merek dalam negeri.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Palembang, Dra Dewi Prawitasari Apt MKes, menerangkan, BPOM RI sudah melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap dugaan cacing dalam ikan sarden kaleng.

“Setelah diuji memang ada temuan cacing dalam kondisi mati di tiga merek produk ikan sarden kaleng ukuran 425 gram saus tomat,” ujarnya, kepada Sumatera Ekspres, kemarin (23/3).

BPOM RI pun memerintahkan importir untuk menarik produk tersebut, terhitung 22 Maret sesuai surat edaran dari peredaran di pasar dan melakukan pemusnahan. Yakni merek Farmerjack, nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, IO NIE BPOM RI ML 543929070004, dan HOKI NIE BPOM RI ML 543909501660. “Produk itu tidak layak konsumsi karena bisa menyebabkan reaksi alergi (hipersensitivitas),” bebernya.

Pihaknya pun mengklaim akan memantau penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian semua produk ikan dalam kaleng. “Tak hanya merek luar negeri, tapi juga produk dalam negeri (MD),” imbuhnya.

Terkait apakah beredar di Sumsel, Dewi belum bisa memberikan pernyataan. “Saat ini sedang diperiksa, hasilnya mungkin besok atau lusa,” ungkapnya.

Koran ini (Sumatera Ekspres/FAJAR Group) lalu melakukan penelusuran di sejumlah pasar tradisional dan modern di Palembang. Hasilnya tak ada temuan pedagang menjual tiga merek tersebut seperti di Pasar Modern Plaju. “Kami cuma jual dencis yang banyak dicari orang. Merek-merek yang sudah dikenal pembeli,” ujar Hani (35), salah satu pedagang pasar.

Di beberapa gerai minimarket-supermarket seperti Indomaret, Alfamart, Giant Plaju, JM Plaju, Carrefour, juga tak ditemukan merek tersebut. Rata-rata semuanya menjual produk dencis lokal berkode MD merek Botan, ABC, Maya, King’s Fisher, Pronas, Gaga, dan Mackerel Ayam Brand.

Tapi di Pagaralam justru ada temuan dencis ‘cacing’ itu dijual merek HOKI. “Setelah viral di medsos dan adanya surat edaran BPOM Batam untuk menarik tiga merek dencis, kami langsung pantau ke lapangan,” ujar Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM dan Pengelolaan Pasar Kota Pagaralam, Rano Fahlesi, kemarin (23/3).

Hasilnya, pihaknya menemukan 1 produk ikan makarel kaleng merek HOKI. “Tapi cuma satu kita temukan dan itu sudah kita tarik dari peredaran. Untuk produk Farmerjack dan IO tidak ada di pasaran,” jelasnya.

Kadisperindag Muara Enim, Syarfudin, menyebut pihaknya akan sidak produk ikan sarden kaleng di pasaran, jika ada surat perintah. “Kami baru dengar ada makanan kemasan ikan sarden berisi cacing. Kalau berbahaya kami akan sidak pasar. Tapi tidak bisa asal tarik, tunggu instruksi,” ujarnya.

Plt Kadisperindag PALI, Dewi Abrianti, mengaku pihaknya juga belum menerima laporan dari masyarakat terkait temuan cacing dari ikan sarden kaleng. “Kalau di daerah kita belum ada, temuannya kan baru di daerah lain beberapa merek,” cetusnya. Dalam waktu dekat, pihaknya pun akan meninjau ke lapangan, apakah ada merek dencis yang harus ditarik. “Jika ada ya kita tindak dan menariknya semua,” jelasnya.

Kepala Disperindag Empat Lawang, Rudianto, mengatakan, di wilayahnya belum ditemukan dencis berisi cacing. “Sejauh ini belum ditemukan dan belum ada laporan,” tukasnya. Sementara, Sekretaris Daerah Muratara, H Abdulah Matcik, mengatakan, pihaknya secepatnya berkoordinasi dengan Dinas Disperindagkop untuk menindaklanjuti informasi tersebut. “Saya tak tahu di Muratara sudah ditarik atau belum. Jangan sampai masyarakat kita jadi korban produk kaleng mengandung cacing,” ungkapnya.

Kepala Disperindagkop Muratara, H Samsu Anwar, menjelaskan akan secepatnya turun ke lapangan dan memantau sejumlah produk kemasan yang ditarik dari pasaran tersebut. Kadisperindag Prabumulih, Junaidi mengaku belum menerima laporan produk ikan sarden kaleng berbahaya. “Tapi kita akan cepat tanggap dan segera bentuk tim terdiri dari BBPOM, Dinkes, Sekda, asisten, dan lainnya untuk mengecek ke lapangan,” pungkasnya.

Kadisperindag Sumsel, Yustianus, mengatakan, pihaknya akan mengecek produk dencis Farmerjack, IO, dan HOKI di pasaran. “Nanti kami cek ke pasar. Apakah memang beredar atau tidak. Kalau ditemukan, barang tersebut segera kami amankan, termasuk juga menelusuri distributornya,” katanya. (cj16/cj10/chy/bis/cj13/ald/way/ebi/eno/ce1)